Sabtu, 31 Maret 2012

MAKALAH SENI BUDAYA LOKAL NUSANTARA

MAKALAH SENI BUDAYA LOKAL
SEBAGAI BAGIAN DARI TRADISI ISLAM
























DI SUSUN OLEH :








MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI PASIRIPIS
SURADE







KATA PENGANTAR


Pengaruh islam sangat terasa dalam sebagian budaya - budaya lokal yang ada di nusantara, ini menunjukan bahwa islam sudah lama berkembang dan berpengaruh di nusantara. Sejak jaman kerajaan - kerajaan sampai sekarang ini islam sangat berperan penting dalam menciptakan kebudayaan - kebudayaan baru.
Semakin berkembangnya zaman semakin terkikis pula nilai - nilai budaya lokal yang ada di masyarakat, ini tidak boleh dibiarkan karena bangsa yang lupa akan sejarah dan kebudayaan akan menjadi bangsa yang tidak mempunyai ciri khas keperibadian diri, untuk itu semoga makalah ini bermanfaat khususnya bagi penyusun umumnya bagi kita semua untuk lebih mencintai dan melestarikan budaya local daerah kita masing - masing.
Kami sadar makalah ini masih banyak kekurangan dan jauh dari kesemmpurnaan, untuk itu kami mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari para pemnaca semua.
     Juga kami mengucapkan terimakasih bagi semua fihak yang telah membantu dalam penyusunan makalah ini.
Semoga makalah ini bias bermanfaat bagi kita semua,,aminn….


Surade, 7 September 2011




                Penyusun























BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Sejarah perkembangan Islam di Indonesia yang diperkirakan telah berlangsung selama tiga belas abad, menunjukkan ragam perubahan pola, gerakan dan pemikiran keagamaan seiring dengan perubahan sejarah bangsa. Keragaman demikian juga dapat melahirkan berbagai bentuk studi mengenai Islam di negeri ini yang dapat dilihat dari berbagai sudut pandang. Islam dilihat dari perkembangan sosial umpamanya, hampir dalam setiap periode terdapat model-model gerakan umat Islam. Sebagaimana terjadi pada zaman atau periode modern dan kontemporer yang mengalami perkembangan yang cukup pesat
B.    Rumusan Masalah
1.    Apa pengertian budaya lokal sebagai tradisi islam nusantara?
2.    Bagaimana kita menteladani tradisi islam nusantara

C.    Tujuan Penulisan
Setiap kegiatan pastilah ada tujuan tertentu yang ingin dicapai, demikian juga yang dilakukan penulis dalam pembuatan makalah ini. Adapun tujuan penulisan membuat makalah ini adalah bertujuan untuk:
1.    Menjelaskan tentang budaya local sebagai tradisi islam nusantara
2.    Agar dapat mengetahui apa tradisi islam nusantara
3.    Untuk mengetahui apa budaya lokal nusantara
4.    Menyebutkan pengertian tradisi islam nusantara












BAB II
PEMBAHASAN MASALAH


1.PENGERTIAN SENI

Seni adalah penggunaan imajinasi manusia secara kreatif untuk menikmati kehidupan. Oleh karena itu, bentuk kesenian dapat muncul melalui benda-benda yang digunakan sehari-hari, serta dapat pula melalui benda-benda khusus yang hanya digunakan untuk kepentingan tertentu seperti ritual atau upacara. Seni dalam segala perwujudannya merupakan (salah satu) ekspresi proses kebudayaan manusia, sekaligus pencerminan dari peradaban suatu masyarakat atau bangsa pada suatu kurun waktu tertentu.

2. PENGERTIAN BUDAYA LOKAL

Budaya lokal adalah budaya asli suatu kelompok masyarakat tertentu menurut JW. Ajawalia, budaya loial adalah ciri khas budaya sebuah kelompok masyarakat lokal. Misalnya budaya masyarakat pedalaman Sunda (Baduy) Budaya Nyangku di Panjalu Ciamis, budaya Seren Taun di Cicadas dan lain-lain
Ciri khas budaya tersebut merupakan kebiasaan yang diwariskan secara turun temurun, meskipun ditengah-tengah perkembangannya mengalami perubahan nilai, perubahan dimaksud diakibatkan beberapa hal, misalnya percepatan migrasi dan penyebaran media komunikasi secara global sehingga tidak ada budaya lokal suatu kelompok masyarakat yang masih sedekimian asli atau karena masyarakat sudah tidak memperhatikan lagi pada budaya lokal tersebut.

3. SENI BUDAYA PRA ISLAM

Produk seni budaya pra-Islam di Nusantara dapat dibedakan dalam kategori kurun waktu, yakni seni budaya yang berasal dari masa prasejarah, masa kontak dengan tradisi besar Hindu dan seni Budaya etnik lokal yang masih ada sampai sekarang, yang diasumsikan berakar jauh ke masa lampau.

    Dari kurun prasejarah, kehidupan seni budaya ditandai oleh pendirian monumen-monumen seremonial, baik berukuran kecil, sedang, maupun besar, yakni berupa peninggalan yang dibuat dari susunan batu. Salah satu rekayasa arsitektur yang dianggap berasal dari tradisi megalit atau prasejarah adalah pendirian bangunan yang umum disebut dengan teras berundak (teras piramida) seperti terdapat di Gunung Padang (Cianjur, Sukabumi), Cibalay dan Kramat Kasang (Ciampea, Bogor). Peninggalan sejenis ini ditemukan di berbagai pelosok Nusantara. Bangunan teras berundak berasosiasi dengan satu atau beberapa jenis unsur megalit lainnya, seperti menhir, arca batu, altar batu, batu lumpang, dakon batu, pelinggih batu, tembok batu, jalanan berbatu, dolmen dan lain-lain. Beberapa batu dari bangunan teras berundah itu diukur dipahat dengan unsur dekoratif tertentu, seperti pola-pola geometris, pola binatang dan lain-lain seperti yang terdapat Pugungraharjo (Lampung) dan Terjan (Rembang).

    Seni Utama dunia Islam, kaligrafi, mozaik, dan arabesk sampai di Nusantara sebagai unsur seni baru. Dengan kepiawaian para seniman Nusantara. Pada seni pahat juga tampak variasi dan pembauran antara anasir-anasir asing dan lokal, termasuk pra Islam. Ini tampak pada hasil seni pahat makam dengan kandungan kreativitas lokal (Barus, Limapuluh Kota, Binamu), Hindu (Troloyo, Gresik, Airmata dan Astatinggi) dan asing (Pasai, Aceh, Ternate Tidore) secara tipologis, nisan-nisan makam muslim Nusantara memperlihatkan tipe-tipe Aceh, Demak Troloyo, Bugis Makassar, dan tipe-tipe lokal.

4. ISLAM DAN SENI BUDAYA LOKAL

Dalam penyebaran agama Islam di Indonesia, kedudukan seni dan budaya mempunyai peran yang cukup penting di dalamnya. Berkaitan dengan itu, maka tidak anek para ulama zaman dulu begitu luas pengetahuannya. Ia tidak hanya menguasai ilmu agama, tetapi juga menguasai ilmu seni dan budaya. Dalam hal ini, kehidupan sastra di dunia pesantren bukan merupakan barang baru. Dibacakannya Kasidah Barzanji yang berkisah tentang keagungan Nabi Muhammad Saw merupakan salah satu dari sekian karya sastra yang ditulis kalangan ulama pada zamannya.

    Hubungan Islam dengan seni dapat pula dilihat dari teks-teks klasik yang dikaji secara mendalam. Misalnya di dunia pesantren tradisional, kisah-kisah tentang para nabi dan para sahabatnya, pelajaran tentang haram, halal dan keimanan, dilantunkan dalam nadoman. Lirik-lirik nadoman itu sendiri ditulis dalam bentuk puisi.

    Wali-wali seperti Sunan Gunung Jati, Sunan Bonang, Sunan Kudus, Sunan Drajat, dan Sunan Kalijaga berperan besar dalam mengembangkan seni dan kebudayaan Jawa yang bernapaskan Islam. Mereka mampu mentransformasikan bentuk-bentuk seni warisan Hindu menjadi bentuk-bentuk seni baru bermuatan Islam. Sunan Bonang dan Sunan Gunung Jati sebagai contoh adalah perintis penulisan puisi suluk atau tasawuf, yang pengaruhnya besar bagi perkembangan sastra.

    Begitu pula sebenarnya cukup banyak karya seni yang dihasilkan para seniman muslim modern sejak zaman Hamka sampai kini, khususnya dalam sastra, seni rupa, musik, seni suara dan teater yang bernapaskan Islam.

    Perlu dikemukakan bahwa sebelum orang Islam datang ke Indonesia, mereka telah mengenal berbagai ragam hias Arabesk yang kaya melalui kain, perabot rumah tangga, bagian-bagian kapal yang dihiasi dan lain-lain. Pengkayaan motif yang bersifat lokal juga didorong oleh wawasan bahwa "ayat-ayat Tuhan terbentang dalam alam dan diri manusia" jadi tidak terbatas alam yang ada di negeri Arab atau Persia dan tak terbatas diri manusia orang Arab dan Persia. Ingatlah Hamzah Fansuri berkata, Hamzah Fansuri orang uryani seperti Ismail jadi qurbani bukannya Arabi lagi ajami sentiasa wasil dengan yang baqi.










5. INTEGRASI ISLAM DAN BUDAYA LOKAL

Islam di kawasan Kepulauan Nusantara sesungguhnya telah berkembang dengan pesat karena melalui proses akulturasi budaya lokal. Integrasi pemikiran Islam selalu disesuaikan dengan kekhasan budaya lokal. Dalam konteks ini, dakwah Islamiyah selalu melihat lingkungan sosial budaya dengan kacamata kearifan, kemampuan adaptasi ini merupakan kecerdasan sosial, intelektual, dan spiritual yang dimiliki oleh para ulama dahulu yang bertugas menyebarkan agama Islam.

    Bukti-bukti seni budaya Islam Nusantara telah merefleksikan bagaimana Islam sebagai ajaran samawi dan pranata keagamaan, disebarkan dan disosialisasikan di Nusantara. Sosialisasi tersebut telah menggunakan cara-cara damai dan memanfaatkan sumber daya kultur lokal sebagai media komunikasi yang efektif.




































   
BAB III
KESIMPULAN DAN SARAN



1. KESIMPULAN
     Seni adalah penggunaan imajinasi manusia secara kreatif untuk menikmati kehidupan. Budaya lokal adalah budaya asli suatu kelompok masyarakat tertentu menurut JW. Ajawalia, budaya loial adalah ciri khas budaya sebuah kelompok masyarakat lokal. Misalnya budaya masyarakat pedalaman Sunda (Baduy) Budaya Nyangku di Panjalu Ciamis, budaya Seren Taun di Cicadas dan lain-lain.
   
    Produk seni budaya pra-Islam di Nusantara dapat dibedakan dalam kategori kurun waktu, yakni seni budaya yang berasal dari masa prasejarah, masa kontak dengan tradisi besar Hindu dan seni Budaya etnik lokal yang masih ada sampai sekarang, yang diasumsikan berakar jauh ke masa lampau.

    beberapa contoh penyebaran Islam di Nusantara dalam kaitannya dengan budaya local yaitu, penyebaran budaya islam di maja pahit . Islam di Majapahir dapat dilacak dari adanya makam Islam di sejumlah tempat di Situs Trowulan. Diantaranya puluhan nisan batu kuno di pemakaman Tralaya (Troloyo). Tralaya terletak di Dusun Sidodadi, Desa Sentonoreja, Trowulan, Mojokerto. Tralaya hanya 2 km arah selatan Desa Trowulan pusat petilasan Kotaraja (ibu kota) kerajaan Majapahit, atau sekitar 15 Km arah barat daya ibu kota Kabupaten Mojokerto.

    Penyebaran kebudayaan islam di  Banten bisa diidentifikasi degan menelusuri produk-produk kesusastraan seperti naskah-naskah, babad atau buku-buku keagamaan berbagai cerita rakyat yang masih hidup dalam ingatan masyarakat yang dituturkan oleh kelompok suku di Banten dan Warisan Budaya Material (cultural heritage) dalam pengertian yang luas. Yang termasuk dalam kategori terakhir ini adalah karya-karya arsitektur, teknologi, kesenian dan sebagainya.

2. SARAN
   
    Pembelajaran tentang seni budaya lokal sebagai bagian dari tradisi islam nusantara akan lebih memahami tentang bagaimana islam masuk ke Indonesia, bagaimana perjuangan para penyebar islam di nusantara sehingga dapat meneladani dan mengharagai jasa - jasa para pahlawan agama dan bangsa tersebut.

    Pendalaman terhadap sejarah membuat seseorang menjadi tahu dan mengerti serta bisa mengharagai pengorbanan para pendahulu mereka, dan dapat melestarikan kebudayaan - kebudayaan yang telah ada, yang tidak bertentangan dengan nilai - nilai moral dan agama.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar